Pembelajaran Berbasis Proyek dan Dampaknya pada Pola Pikir Siswa
Dalam proses belajar, hasil sering kali menjadi fokus utama. Nilai akhir, produk jadi, atau pencapaian tertentu dijadikan...
AYWS Entrepreneur Lab adalah Ruang eksperimen untuk belajar kewirausahaan dengan cara mencoba, menguji, memperbaiki, dan menemukan jawaban lewat pengalaman nyata. Setiap ide diperlakukan sebagai percobaan. Setiap proses adalah pembelajaran.
Laboratorium kewirausahaan ini berbasis sekolah Islam yang dikembangkan Oleh Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) di bawah naungan Asram Foundation.
Impactful integrity adalah nilai yang menggabungkan dampak nyata dengan integritas, di mana setiap langkah di AYWS Entrepreneur Lab harus bermanfaat, dijalankan dengan kejujuran, etika, dan nilai Islami. Nilai ini menjadi kompas agar setiap karya dan keputusan membawa keberkahan serta kepercayaan.
The AYWS Compound adalah kawasan kreatif tempat siswa dan komunitas belajar, berkarya, dan berkolaborasi melalui ruang bisnis, workshop, dan area publik yang hidup dan inspiratif.
#FuturepreneursPlayground
AYWS Entrepreneur Lab menghadirkan pembelajaran kewirausahaan melalui pengalaman nyata. Siswa menjalani proses bertahap untuk memahami, mencoba, dan menciptakan solusi yang membawa dampak.
Nilai yang Membentuk Karakter Entrepreneur
Semangat PRIME membimbing setiap aktivitas di AYWS Entrepreneur Lab agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang berniat benar, tangguh, jujur, kreatif, dan peduli.
Bukan sekadar ruang kosong, tapi sebuah perjalanan baru. Dari pabrik furnitur lama, kini hadir AYWS Entrepreneur Lab laboratorium kewirausahaan yang siap membentuk generasi masa depan.
Di sini, ide kecil tidak hanya berhenti sebagai mimpi. Mereka diuji, dibangun, ditumbuhkan, hingga menjadi karya nyata. Sebuah ruang untuk belajar, mencoba, gagal, bangkit, mencipta, dan berkontribusi.
Mengusung konsep Placemaking dan Adaptive Reuse, AYWS Entrepreneur Lab berupaya menggunakan furniture bekas yang di konsep ulang agar dapat digunakan kembali.
Proyek restorasi ini lahir dari kesadaran bahwa dunia pendidikan tak hanya bicara soal kurikulum atau kelas, tapi juga tentang bagaimana kita mengajarkan nilai kehidupan nyata berani melihat peluang dari keterbatasan, dan menciptakan makna dari yang dianggap usang.
Barang-barang sisa dari PT Matarindo yang dulunya dianggap limbah, kami olah kembali menjadi furniture dan perabot fungsional untuk AYWS Lab Entrepreneur dan pelengkap ruang-ruang edukatif di seluruh kampus Al Azhar Yogyakarta World Schools.
There are no upcoming events at this time
Dalam proses belajar, hasil sering kali menjadi fokus utama. Nilai akhir, produk jadi, atau pencapaian tertentu dijadikan...
Pembelajaran kewirausahaan tidak cukup jika hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas. Konsep bisnis, pemasaran, atau manajemen...
Minat terhadap dunia usaha di kalangan pelajar terus meningkat. Banyak siswa mulai tertarik mencoba berjualan, membangun brand...