Ini adalah jantung dari AYWS Entrepreneur Lab. Di sinilah ide-ide mulai dibicarakan, diuji, dan dikembangkan. Ruang ini digunakan untuk belajar kewirausahaan lewat praktik langsung, diskusi, mentoring, hingga simulasi dunia usaha yang dirancang relevan dengan realita.
Workshop Area menjadi ruang eksplorasi dan belajar dengan cara mencoba. Siswa tidak hanya mendengar teori, tapi langsung terlibat dalam proses membuat, merakit, dan mengembangkan produk. Area ini mendukung pendekatan belajar berbasis proyek yang menyenangkan dan aplikatif.
Area ini menghadirkan suasana bisnis yang nyata. Diisi oleh tenant UMKM atau mitra, Commercial Tenant menjadi tempat siswa belajar memahami pasar, melihat proses transaksi, dan mengenal bagaimana sebuah usaha berjalan sehari-hari.
Communal Area dirancang sebagai ruang temu yang cair dan terbuka. Tempat ini mendorong interaksi alami antara siswa, mentor, orang tua, dan komunitas. Cocok untuk diskusi santai, refleksi, maupun kegiatan bersama yang memperkuat kolaborasi.
Area Woodworking adalah ruang belajar yang dekat dengan proses dan material. Di sini siswa mengenal kerja tangan, ketelitian, dan nilai dari sebuah produk yang dibuat bertahap. Pendekatan ini juga menanamkan kesadaran akan proses, kesabaran, dan keberlanjutan.
Exhibition Area menjadi panggung untuk menampilkan hasil belajar dan karya siswa. Mulai dari produk, proyek, hingga ide bisnis, semuanya bisa dipresentasikan di sini. Area ini mempertemukan proses belajar dengan publik secara nyata.
Mini museum ini menghadirkan cerita tentang mesin, produksi, dan dunia industri dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami. Siswa diajak melihat perjalanan teknologi dan proses manufaktur sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.
Futsal Court melengkapi pengalaman belajar dengan aktivitas fisik. Area ini mendukung keseimbangan antara belajar, bergerak, dan bersosialisasi. Selain olahraga, lapangan ini juga sering menjadi ruang kegiatan komunitas dan event bersama.
Padel Club hadir sebagai ruang olahraga sekaligus interaksi sosial. Dengan suasana yang lebih modern dan santai, area ini menjadi tempat bertemu, beraktivitas, dan membangun jejaring antar komunitas.
Coffee & Eatery menjadi ruang rehat yang hangat dan terbuka. Tempat ini sering digunakan untuk ngobrol ringan, diskusi informal, atau sekadar jeda di tengah aktivitas. Suasananya dirancang nyaman agar percakapan dan ide bisa mengalir alami.
Area ini memperkenalkan proses produksi furnitur dari sisi praktik dan manajemen. Siswa belajar memahami alur produksi, kualitas, hingga nilai usaha berbasis produk fisik secara sederhana dan aplikatif.
Barbershop berfungsi sebagai simulasi usaha jasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sini siswa belajar tentang pelayanan, operasional, dan interaksi dengan pelanggan dalam konteks bisnis yang nyata dan mudah dipahami.